Mengenal Penelitian Eliminate Dengue Project Yogyakarta (EDP-Yogya)

Jogjaready.com – Dengue merupakan infeksi virus yang ditularkan melalui vector nyamuk. Penyakit Dengue atau yang lebih dikenal sebagai Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan utama di berbagai negara tropis dan sub-tropis di dunia, dengan perkiraan terjadi 390 juta infeksi setiap tahunnya.

Di Indonesia, kasus pertama dengue di deteksi sejak tahun 1968 dan sejak itu dengue menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Hampir semua provinsi di Indonesia pernah melaporkan keberadaan kasus dengue sejak 1993, dan 18 provinsi memiliki laju insidensi lebih dari 100 kasus per 100,000 sejak tahun tersebut. Laju infeksi dengue di Yogyakarta meningkat pesat sejak tahun 2005, dengan laju insidensi dari 10 kasus per 100,000 penduduk menjadi lebih dari 55 kasus per 100,000 penduduk, sejak itu Yogyakarta menjadi salah satu provinsi dengan risiko infeksi dengue tinggi di Indonesia.

Bakteri Wolbachia terdapat secara alami di alam pada sekitar 60% jenis serangga yang ada di bumi ini. Misalnya yang terdapat di kupu-kupu, lebah, lalat buah dan beberapa jenis nyamuk yang menggigit kita. Misalnya nyamuk Culex pipientis dan Aedes albopictus, namun tidak terdapat pada nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus dengue. Bakteri Wolbachia hanya mampu hidup di dalam sel serangga.

Baca juga : Dinkes Kota Jogja Gelar Acara Penguatan Jejaring Surveilans Epidemiologi di Gunung Kidul

Wolbachia pertama kali diteliti pada nyamuk Culex pipiens pada tahun 1920-an. Analisis yang dilakukan oleh lembaga penelitian independen internasional di Australia pada tahun 2011 menemukan fakta bahwa metode Wolbachia terbukti aman bagi manusia dan lingkungan.

Sosialisasi kegiatan penelitian EDP-Yogya pada pertemuan LPMK Kelurahan Pakuncen, Kota Yogyakarta, 16 Oktober 2015 – (Sumber: http://www.eliminatedengue.com)

Teknologi Wolbachia Bekerja Mengurangi Penularan Virus Dengue

Teknologi wolbachia menekan perkembangan virus dengue. Wolbachia di dalam tubuh nyamuk Aedes aegypti terbukti mampu menekan perkembangan (replikasi) virus dengue sehingga nyamuk tersebut tidak mampu menularkan virus dengue pada manusia.

Kegiatan Penelitian Eliminate Dengue Project Yogyakarta (EDP-Yogya)

Eliminate Dengue Project Yogyakarta adalah penelitian penanggulangan demam berdarah dengue (DBD) yang dilaksanakan oleh Pusat Kedokteran Tropis, Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada dan didanai oleh Yayasan Tahija. EDP-Yogya bekerja sama dengan Eliminate Dengue Project Global. Kegiatan penelitian di Indonesia dimulai sejak tahun 2011 dengan melakukan studi kelayakan dan keamanan metode Wolbachia di Yogyakarta. Penelitian EDP-Yogya dilaksanakan dalam beberapa fase (tahap).

Fase 1: Persiapan dan Kelayakan Penilaian keamanan (Oktober 2011 – September 2013)

Hasil penelitian-penelitian yang dilakukan pada tahap ini menunjukkan bahwa:

  • Wolbachia secara umum ditemukan pada serangga liar yang hidup di Yogyakarta
  • Wolbachia pada Aedes aegypti yang dikembangkan oleh EDP-Yogya secara genetis sama dengan Wolbachia yang ditemukan secara alami di banyak serangga liar di Yogyakarta.
  • Nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia lokal yang akan dilepas secara genetik sama dengan nyamuk Aedes aegypti liar yang ada di wilayah penelitian.
  • Di laboratorium, Wolbachia terbukti mampu menghambat perkembangan virus dengue pada nyamuk Aedes aegypti.

Fase 2: Pelepasan skala terbatas nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia (Oktober 2013 – Desember 2015)

Kegiatan dalam tahap ini terdiri dari:

  • Pelepasan nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia di wilayah Nogotirto dan Kronggahan, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman pada Januari-Juni 2014;
  • Peletakan ember telur nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia di wilayah Jomblangan dan Singosaren, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul pada November 2014-Mei 2015;
  • Pemantauan populasi nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia di wilayah penelitian;
  • Pemantauan penerimaan dan tanggapan masyarakat serta para pemangku kepentingan;
  • Pemantauan aktif kejadian demam dan demam berdarah dengue (DBD) di wilayah penelitian. Saat ini persentase nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia di Kabupaten Sleman dan Bantul berkisar antara 80-100%. Hal ini berarti bahwa nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia mampu berkembang biak di lingkungan alaminya.

Fase 3: Penyebaran Wolbachia pada skala luas

Perkembangan Kegiatan Penelitian EDP-Yogya

Kabupaten Sleman

Pelepasan nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia di Kabupaten Sleman dilakukan pada Januari-Juni 2014. Pemantauan perkembangan nyamuk ber-Wolbachia dilakukan setiap minggu dengan menggunakan perangkap nyamuk bernama BGTrap. Nyamuk-nyamuk yang tertangkap dibawa ke laboratorium diagnostik untuk diuji kandungan Wolbachia-nya. Persentase Wolbachia saat ini di wilayah Nogotirto adalah 93.94% dan di Kronggahan 96.67%. Hasil ini menunjukkan bahwa nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia yang dilepaskan di wilayah tersebut mampu berkembang biak.

Kabupaten Bantul

Sementara kegiatan penelitian di Kabupaten Bantul, dilaksanakan di wilayah Jomblangan dan Singosaren, Kecamatan Banguntapan. Penyebaran Wolbachia di wilayah ini dilakukan dengan meletakkan ember berisi telur nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia. Peletakan ember ini dilakukan setiap dua minggu sekali. Peletakan ember telur nyamuk ber-Wolbachia dilakukan mulai November 2014 sampai Mei 2015. Sampai Oktober 2015, persentase Wolbachia di Singosaren mencapai 100% dan Jomblangan mencapai 85.89%.

Kota Yogyakarta

EDP-Yogya sedang melaksanakan persiapan untuk melaksanakan kegiatan penelitian di Kota Yogyakarta. Kegiatan persiapan ini antara lain:

  • Pemetaan situasi masyarakat;
  • Pemantauan populasi nyamuk Aedes aegypti;
  • Studi riwayat infeksi dengue;
  • Studi aktivitas harian anak-anak;
Dukungan Masyarakat

Penelitian ini dapat dilaksanakan berkat dukungan dari masyarakat dan pemerintah. Bentuk dukungan yang diberikan masyarakat antara lain:

  • Memberikan persetujuan terhadap kegiatan penelitian EDP-Yogya baik secara perorangan maupun kolektif (tingkat RT);
  • Aktif bertanya, serta memberi saran dan informasi kepada EDP-Yogya berkaitan dengan kegiatan penelitian (melaporkan kerusakan peralatan penelitian, meminta kehadiran EDP-Yogya dalam pertemuan warga, melaporkan kejadian demam, dsb);
  • Terlibat aktif dalam pelaksanaan kegiatan penelitian (hadir dalam pertemuan kader kesehatan, mengikuti kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk, berkunjung ke fasilitas penelitian EDP-Yogya, dsb);
  • Memberikan testimoni dan menyebar luaskan manfaat penelitian EDP-Yogya baik dalam pertemuan-pertemuan dengan pihak lain atau melalui sosial media;
  • Mengundang EDP-Yogya untuk terlibat dalam kegiatan sosial masyarakat (pengajian, perayaan HUT RI, tirakatan, lomba dasa wisma, dsb).

Narasumber :

PAULUS ENGGAL

Communications and Media Specialist – Eliminate Dengue Project Yogyakarta
Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran UGM
Gedung PAU-UGM, Jl. Teknika Utara, Barek, Sleman, Yogyakarta
Telp/Fax: 0274-631008; Hp: 0822 20000 385
email: edp.yogya@gmail.com; website: www.eliminatedengue.or.id

15 Responses to Mengenal Penelitian Eliminate Dengue Project Yogyakarta (EDP-Yogya)
  1. Sri Wahyuni says:

    dulu waktu masih di Papua saya sering melihat penderita malaria, bahkan saya sendiri juga pernah terserang malaria…kini ketika pindah ke Bali, wabah DB pun mengintai, benar-benar harus waspada….TFS ya mas

  2. mas nuz says:

    Alhamdulillah, pernah berkunjung ke labnya, Mas.
    Belajar tentang cara kerja mereka. 🙂

  3. sutoro says:

    joss.. semoga dbd hilang dari dunia.. hihih9i
    sutoro recently posted…Cara Berkasih Sayang Mengikuti Sunnah RasulullahMy Profile

  4. diba says:

    Wah. Tak kira dirimu ikut penyuluhan yang lain. Kok fotone do batikan..
    Anyway kece nih udah posting aja.

  5. Wajib dikembangkan tuch,,, Coz sangat bermanfaat.

  6. angki says:

    waaaaa keren mas… sdh musim hujan mari waspada nih….
    angki recently posted…Posong Temanggung Bikin Kamu Terpasung Terbuai Indah DuniaMy Profile

  7. anis says:

    dengan kondisi yang telah memasuki musim penghujan, sangat diperlukan informasi ini bagi kalayak umum.

  8. Rani says:

    bagus banget ini programnya,
    coba diterapkan juga di kota2 lain yah.
    Rani recently posted…#CeritaCinta : [Bukan] Tentang Masa Lalu Yang TerulangMy Profile

  9. ngapak.id says:

    informasinya sangat bermanfaat, terima kasih…

  10. iya bermanfaat sekali, thx ya kakak………
    resepumiku.com recently posted…Resep Sambel Goreng Kentang dan WortelMy Profile

  11. Yulia says:

    Dibutuhkan kader yang memang ahli ya, soalnya nyamuk ini ga kenal tempat mau kaya atau miskin bisa terjangkit

  12. ninda says:

    sangat bermanfaat mas terutama untuk orang awam seperti saya

  13. Choirul Huda says:

    55 kasus per 100 ribu penduduk
    gawat juga tuh mas, apalagi kalo di daerah terpencil yang kurang sosialiasi

    saya setuju banget dengan peran aktif masyarakat, semoga bisa menyebar ke seluruh nusantara…
    Choirul Huda recently posted…Solusi Mudah Cari Mobil di Mobil123.comMy Profile

  14. Informasinya Sangat bermanfaat mas….sip..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

CommentLuv badge

Back To Top
Translate »