Jemparingan Tradisional Gaya Mataram Selasa Wagen

Jemparingan Tradisional Gaya Mataram Selasa Wagen | Jogja Ready

Aksi memanah para peserta di Jemparingan Tradisional Gaya Mataram Selasa Wagen

Jogjaready.com – Selasa Wage (24/2), Lapangan Kemandungan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat punya gawe. Puluhan orang berkumpul di tempat ini baik itu pria dan wanita, tua maupun muda. Pakaian yang mereka kenakan adalah pakaian adat jawa lengkap, sorjan untuk pria dan kebaya untuk wanita. Yang unik disini, mereka siap dengan senjata masing-masing berupa busur dan anak panah. Ya, gawe kali ini namanya “Jemparingan Tradisional Gaya Mataram Selasa Wagen“. Sebuah gelaran panahan tradisional gaya Mataram Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dalam mangayubagya tingalan Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Jemparingan adalah seni memanah tradisional khas gaya Mataram Yogyakarta. Busur panahnya pun terlihat sederhana yang terbuat dari kayu dan bambu. Sekitar 60-an peserta siap untuk memanah sasaran yang telah dipersiapkan. Dalam posisi duduk bersila mengenakan pakaian adat jawa lengkap, jemparingan dilakukan dengan sasaran sebuah bandulan yang bagian bawah diberi warna putih sebagai sandangan dan bagian atasnya berwarna merah sebagai sirah. Bandulan ini diikat dengan menggunakan tali. Sasaran berupa bandul ini diibarakan sebagai musuh dalam peperangan. Di bagian belakang bandulan, terdapat lembaran karpet tebal berwarna hitam yang berfungsi untuk menahan anak panah yang meleset.

Jemparingan Tradisional Gaya Mataram Selasa Wagen | Jogja Ready

Lapangan Kemandungan Kraton Ngayogyakarta menjadi lokasi event panahan yang diadakan setiap selasa wage ini

Baca juga : Belajar nembang jawa di Pamulangan Sekar (Macapat) Ngayogyakarta Hadiningrat

Peserta jemparingan akan memanah dalam 20 ronde yang disebut rambahan. Setiap rambahan akan dimulai dan diakhiri dengan bunyi peluit. Bunyi gamelan berupa bendhe (gong kecil – red) pun dibunyikan sebagai tanda apabila anak panah tepat mengenai bandulan. Selain mendapatkan nilai yang akan diakumulasi pada akhir rambahan, disediakan pula hadiah menarik untuk peserta yang anak panahnya kena bandulan baik itu bagian sandangan maupun sirah. Sampai rambahan ke-14, hadiah pun ludes diberikan kepada para peserta. Peserta kali ini memang banyak yang titis (jitu – red) dalam hal seni panahan tradisional gaya mataram. (-red)

15 Responses to Jemparingan Tradisional Gaya Mataram Selasa Wagen
  1. Kharir says:

    apa betul anjungan bandara maguwo saat ini ditutup untuk umum ?

  2. kamal says:

    unik juga ya acaranya. memanah ala tradisional yg diadakan di tempat terbuka.
    itu setiap selasa wage ya mas? berarti setiap 40 hari sekali dong ya? (kalau ga salah itungan harinya)
    kamal recently posted…EF#7 โ€“ The Tale of Sop JandaMy Profile

  3. Ahmed Tsar says:

    saya bulan kemarin baca juga soal jemparingan di koran, sayangnya Jemparingan dihapus di cabang olahraga PON. Padahal kalau ada salah satu tujuannya melestarikan budaya bangsa.

  4. angkisland says:

    wah pengen ikutan manah saya mas adi hehe keren kayaknya…

  5. Panahan kalau diniatkan dengan baik bisa jadi ibadah mas karena ia adalah olahraga yang dianjurkan Rasulullah, terimakasih atas kunjungannya mas.
    Islam di dadaku recently posted…Imam BukhariMy Profile

  6. Ternyata Jogya banyak event juga ya. Baru tau klo ada gelaran panahan tradisional seperti ini ๐Ÿ™‚
    Lianny Hendrawati recently posted…Mengepel Lantai Jadi MenyenangkanMy Profile

  7. Tatit Ujiani says:

    Waaah asyik nih ada panahan di Jogja. Bisa jadi rujukan pas liburan ๐Ÿ™‚

  8. ODE says:

    klau sy biasa memanah/ menembak ikan di laut.. hehe. Tapi event yg menarik yg tetap mempertahankn kearifan budaya lokal..
    ODE recently posted…Diapprove Oleh Google AdSenseMy Profile

  9. Alris says:

    Kegiatan yang bagus untuk mempertahankan kesenian tradisional. Lha, jaman saiki anak2 muda cuma tau permainan import.
    Alris recently posted…Kalo Rezeki Gak Akan KemanaMy Profile

  10. Nathalia DP says:

    wah… ayah, suami, dan adik ipar saya suka main panahan…
    Nathalia DP recently posted…Resensi Gerbang Trinil @ Koran JakartaMy Profile

  11. dimazrisen says:

    baru tau ada event panahan begini, penasaran pengen nyobain, -_-

  12. Wong Jogja memang multi talent trus masih kuat nguri-nguri budaya jawi yang adiluhung. Ini bisa menjadi seleksi olimpiade panahan mas…
    Yuni andriyani recently posted…8 Misteri Terbesar Dunia Yang Belum Terpecahkan Hingga Saat IniMy Profile

  13. nuzulul says:

    Awal Januari kemarin yang kompetisi untuk pelajar tidak sempat meliput ya, Mas?
    Ini sudah masuk agenda rutin Perpani DIY lho. ๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

CommentLuv badge

Back To Top
Translate »