Wawancara : Gambaran Ujian Nembang di Bangsal Sri Manganti

Jogjaready.com – Pada artikel lalu (Baca: Belajar nembang jawa di Pamulangan Sekar (Macapat) Ngayogyakarta Hadiningrat – red), sahabat Jogja telah melihat sebuah ruang belajar nembang milik Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Sangatlah menyenangkan Jogjaready.com mendapat kesempatan melihat dari dekat aktivitas belajar di Pamulangan Sekar (Macapat) KHP. Kridha Mardawa Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini. Rasa penasaran pun melanda, bagaimana dengan suasana ujian nembang-nya ? Bagaimana gambaran ujian nembang di Bangsal Sri Manganti ?

Kami pun mencoba mewawancarai salah satu murid pamulangan ini yang telah menempuh ujian nembang di Bangsal Sri Manganti. Panggil saja, Mas Resi, pria asal Jogja yang memiliki akun Facebook bernama Leo Resi Brahmono. Agar tidak berpanjang lebar, langsung simak hasil wawancara berikut ini :

Ujian Nembang

Suasana Ujian Nembang di Bangsal Sri Manganti

——————————————————————

Keterangan = (T) : Tanya; (J) : Jawab

——————————————————————

(T) : Mas Resi, kapan tepatnya anda ikut ujian nembang di Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat?

(J) : Saya ikut ujian nembang belum lama mas, akhir tahun 2014 lalu. Tepatnya tanggal 14 Desember 2014.

***

(T) : Berapa siswa yang mengikuti ujian saat itu, mas?

(J) : Jumlah peserta kurang lebih sekitar 40 orang yang berasal dari kelas Sekar Alit, Tengahan maupun Ageng.

***

(T) : Siapa yang menjadi juri dalam ujian tersebut?

(J) : Jurinya ada 3 (tiga) orang, mas. Ketiganya adalah perwakilan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dimana salah satunya merupakan rama (guru) di Pamulangan Sekar (Macapat) Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

***

(T) : Apa materi nembang yang diujikan waktu itu, mas?

(J) : Dalam ujian nembang, siswa harus nembang 1 sekar wajib dan 1 sekar pilihan masing-masing. Waktu itu saya mendapat undian sekar wajib yaitu Dhandhanggula Lik Suling Laras Pelog Bem. Untuk sekar pilihannya saya memilih Megatruh Wuluh Gadhing laras Slendro Manyura.

***

(T) : Bisa diceritakan, bagaimana suasana ujian nembang saat itu, mas?

(J) : Waktu itu hujan rintik-rintik. Saat siswa mendapat giliran nembang, untuk naik ke Pendhapa Bangsal Sri Manganti menuju meja yang telah disediakan harus berjalan jongkok atau istilah jawanya “Lampah dhodhok“. Hal ini menjadi pengalaman pertama saya waktu itu mas.

***

Mendengar dan membayangkan cerita dari Mas Resi, sungguh sangat seru dan menyenangkan jika bisa mengikuti ujian nembang ini secara langsung. Semoga Jogjaready.com dapat sedikit memberikan gambaran ujian nembang yang dilaksanakan setahun sekali ini. Jika ada kesempatan semoga bisa meliput ujian nembang ini secara langsung di Bangsal Sri Manganti. Semoga bermanfaat. (-red)

6 Responses to Wawancara : Gambaran Ujian Nembang di Bangsal Sri Manganti
  1. Ini yang di pertigaan mau masuk ke Keraton Yogyakarta ya kang ?
    Indra Kusuma Sejati recently posted…Wisata Pantai Lovina, BaliMy Profile

  2. nembang di sini hampir sama dengan karawitan ngga mas? saya sendiri saja sangat gaptek banget sama dengan budaya leluhur kita, budaya jawa……

  3. Catcilku says:

    Kalau ada ujian, brarti ada tempat belajarnya juga kali ya?

  4. sabda awal says:

    iya mas, kayaknya beneran seru mas, bisa nembang,,,,,,dengan ada istiada yang kental…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

CommentLuv badge

Back To Top
Translate »